Sumenep Kekurangan Penyuluh KB

- Rabu, 14 September 2022 | 08:31 WIB
Kepala Dinas Kesehatan dan P3AKB Sumenep Agus Mulyono (Taufikrrahman)
Kepala Dinas Kesehatan dan P3AKB Sumenep Agus Mulyono (Taufikrrahman)

HALLO MADURA,Sumenep - Kepala Dinas Kesehatan dan P3AKB Sumenep Agus Mulyono mengakui jika di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kekurangan penyuluh KB.

“Masih ada empat Kecamatan kekosongan tenaga penyuluh KB. Semuanya di Kepulauan,”sebutnya saat menghadiri kunjungan Kepala BKKBN RI kemarin.

Ketika dihitung dengan rasio ideal, kata Agus, Sumenep membutuhkan sebanyak 78 tenaga penyuluh KB Se-Sumenep. Sedangkan saat ini masih ada 17 tenaga.

Dengan kekurangan tenaga penyuluh KB itu pihaknya meminta untuk dimonitori secara bersama-sama. Sebab, kata dia, dengan bertambahnya tugas baru yakni penanggulangan stanting sangat urgen disegerakan.

Namun, pihaknya memiliki kekuatan dengan terbentuknya PPKBD (Petugas Pembina KB Desa). Yang mana dari sebanyak 334 Desa dan Keluarahan, masing-masing Desa berisi dua petugas.

“Total PPKBD se-Sumenep sebanyak 668 orang. Semoga dengan ini dapat maksimal dengan support BKKBN RI,” ujarnya

Kemudian memiliki sebanyak 1.600 Posyandu yang menjadi sentra pelayanan kesehatan primer. Didalamnya ada lima program unggulan. Diantaranya, Kesehatan Ibu dan Anak, imunisasi, KB, penanggulangan diare dan gizi.

Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI dr.Hasto Wardoyo mendatangi Kabupaten Sumenep pada Selasa (13/9) siang.

Dalam kunjungannya, Hasto meminta Pemerintah Daerah untuk mengatasi percepatan penanganan stanting.

Halaman:

Editor: Andy Setiawan

Terkini

Bank UMKM Jatim Akan Bantu Permodalan Warga Sumenep

Kamis, 29 September 2022 | 19:37 WIB

Hari Jadi Sumenep Ke-753 Telan Anggaran Rp1,1 Miliar

Kamis, 29 September 2022 | 16:50 WIB
X